Jumat, 05 Juli 2013
Jumat, 28 Juni 2013
Senin, 17 Juni 2013
Thursday, February 16, 2012
Perkembangbiakan Vegetatif Buatan Pada Tumbuhan
dengan bantuan manusia. Macam-macam perkembangbiakan vegetatif buatan, antara lain mencangkok, menempel (okulasi), menyambung/mengenten, stek, dan merunduk.
1) Mencangkok
| Mencangkok |
Mencangkok adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara memotong dahan tumbuhan induknya. Tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan dikotil atau biji berkeping dua, misalnya jeruk, jambu, mangga, rambutan,durian, dan sebagainya.
Okulasi atau menempel adalah menempelkan mata tunas dari dua tanaman yang sejenis, tetapi berbeda sifat misalnya mangga manalagi dengan mangga arum manis. Pada dasarnya tujuan okulasi atau menempel sama dengan tujuan mengenten atau menyambung, yaitu menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki gabungan sifat unggul.
3) Menyambung/mengenten
| Menyambung |
Menyambung atau mengenten adalah menggabungkan batang bawah dan batang atas dua tanaman yang sejenis. Tujuan menyambung adalah menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul. Perhatikan contoh berikut!
Misalnya, ada dua tanaman mangga. Tanaman mangga pertama berakar kuat tetapi buahnya asam, sedangkan tanaman mangga kedua berakar lemah tetapi buahnya sangat manis. Untuk memperoleh pohon mangga
yang berakar kuat dan berbuah manis, maka batang bawah dari tanaman mangga berakar kuat disambungkan dengan batang atas tanaman mangga yang berbuah manis.
4) Stek
| stek |
Menyetek adalah memperbanyak tumbuhan dengan menancapkan atau menanam potongan-potongan batang tumbuhan induknya. Tumbuhan yang dapat distek antara lain ketela pohon, tebu, mawar, melati, dan kangkung.
Selain stek batang dikenal pula stek daun dan stek pucuk. Tumbuhan yang dapat diperbanyak dengan stek pucuk antara lain teh dan anak nakal (teh-tehan). Sedangkan tumbuhan yag diperbanyak dengan stek daun antara lain begonia dan sanseviera.
5) Merunduk
![]() |
| Merunduk |
Merunduk adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara merundukan batang atau cabang ke tanah sehingga tumbuh akar. Setelah akarnya banyak cabang yang berhubungan dengan tumbuhan induk induk dipotong. Tumbuhan yang biasa dikembangbiakan antara lain alamanda, anyelir, apel, selada air, anggur dan sebagainya.
Perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan memberikan beberapa keuntungan dan kerugian.
Berikut beberapa keuntungan dan kerugian vegetatif buatan.
a. Sifat tumbuhan baru sama persis dengan sifat tumbuhan induknya. Jika tumbuhan unggul maka tumbuhan baru pun akan bersifat unggul.
b. Cepat memberikan hasil jika dibandingkan dengan ditanam dengan bijinya.
Sedangkan kerugian vegetatif buatan adalah sebagai berikut.
a. Tumbuhan yang diperbanyak secara vegetatif buatan tidak memiliki akar tunggang sehingga mudah tumbang.
b. perkembangbiakan vegetatif buatan menghasilkan sedikit keturunan atau tumbuhan baru.
c. merusak tumbuhan induk.
Senin, 10 Juni 2013
Tumbuhan Gadung
Sabtu, 08 Juni 2013
Bibit Labu kuning atau bibit waluh varietas hibrida
Waluh atau Buah Labu kuning adalah salah satu tanaman pangan, yang sangat mudah tumbuh di Indonesia. menaman waluh tidak sulit, baik pembibitannya, perawatannya, dan hasilnya pun cukup memberikan nilai ekonomis untuk petani. Bibit waluh Hibrida Suprema F1 ini merupakan bibit unggul yang dapat ditanam di lahan pertanian kering dataran rendah sampai menengah.
Bibit waluh atau labu kuning sangat cocok utuk ditanam pada tanah pekarangan yang kosong dapat kita manfaatkan. Intinya waluh atau labu kuning ini dapat ditanam dan mampu tumbuh subur di daerah Tropis maupun Sub-tropis.
Tekstur serat halus pada buah waluh suprema F1, buah waluh memiliki daging yang kuning memiliki tekstur pulen ketika di masak.
| Bibit Labu atau Bibit Waluh Hibrida Suprema F1 |
Bibit waluh atau labu kuning sangat cocok utuk ditanam pada tanah pekarangan yang kosong dapat kita manfaatkan. Intinya waluh atau labu kuning ini dapat ditanam dan mampu tumbuh subur di daerah Tropis maupun Sub-tropis.
Tekstur serat halus pada buah waluh suprema F1, buah waluh memiliki daging yang kuning memiliki tekstur pulen ketika di masak.
Rabu, 05 Juni 2013
APLIKASI MOL PADA TANAMAN PADI
Pada beberapa kali pertemuan yang lalu maspary telah menulis di Gerbang Pertanian
tentang cara membuatan MOL (Mikro Organisme Lokal) dari berbagai macam
bahan organik. Sebenarnya masih banyak sumber bahan organik yang bisa
kita jadikan MOL selain yang sudah maspary tulis. Inilah tantangan untuk
para petani untuk lebih berkreasi dan lebih mandiri.
Karena
berbagai artikel cara membuat MOL yang maspary tulis banyak menimbulkan
pertanyaan bagi petani tentang aplikasinya pada tanaman padi maka kali
ini maspary akan menulis tentang penggunaan MOL dalam berbagai fase
pertumbuhan tanaman padi. Ini hanya semata-mata analisa maspary, masih
perlu banyak perbaikan dan masukan dari rekan-rekan petani semua.
|
MOL
|
FUNGSI
|
WAKTU APLIKASI
(hst)
|
Dosis
Lt/ ha
|
|
Daun Gamal
|
Penyubur dan cegah penyakit
|
Disemprot saat 10, 20 dan 30 hst
|
14
|
|
Bonggol pisang
|
Dekomposer dan penyubur
|
Disemprot pada 10, 20, 30, 40, 50 dan 60 hst
|
20
|
|
Urine Sapi
|
Menambah nutrisi tanaman
|
Disemprot 30 hst
|
30
|
|
Rebung Bambu
|
Pertumbuhan tanaman
|
Disemprot 40 hst
|
30
|
|
Daun Gamal
|
Penyubur dan cegah penyakit
|
Disemprot saat 40, 50 dan 60 hst
|
30
|
|
Buah dab sayuran
|
Membantu pengisian malai padi
|
Disemprot umur 60 hst
|
30
|
|
Keong mas/ Terasi
|
Menambah nutrisi
|
Umur 70 hst
|
30
|
|
Nimba
|
Mencegah hama dan penyakit
|
Tergantung serangan
|
30
|
Tabel penggunaan MOL yang maspary tulis diatas sifatnya hanya memberi bantuan unsur hara dan mencegah serangan hama dan penyakit serta menambah mikroorganisme menguntungkan tanaman ke dalam tanah. Jika dirasa kondisi tanaman masih kurang subur harus segera diberikan pupuk. Seandainya ada gejala serangan hama dan penyakit yang tidak mampu dikendalikan oleh MOL silahkan diaplikasi pestisida kimia. Kecuali anda ingin berbudidaya secara organik.
Silahkan digunakan sebagai acuan dalam penggunaan MOL pada tanaman padi, jika perlu silahkan dimodifikasi dan direfisi sendiri karena tabel tersebut sifatnya tidak baku.
Sukses Petani Indonesia !!
PERAN JAMUR TRICHODERMA DALAM PERTANIAN
Salam Tanii !! Ternyata Trichoderma sp bukan
hanya digunakan untuk pupuk biologi/fungisida biologi saja tetapi ada
manfaat yang lain, maspary di Gerbang Pertanian ini kembali memosting tentang jamur yang satu ini.
Ketersediaan
agens hayati di alam yang melimpah tentu menjadi potensi yang sangat
besar. Hal ini perlu diketahui dan terus disebar luaskan kepada petani,
penyuluh, dan stakeholder pertanian lainnya. Agens hayati yang akan kita
bahas saat ini adalah jamur Trichoderma. Potensi jamur Trichoderma
sebagai jamur antagonis yang bersifat preventif terhadap serangan penyakit tanaman telah
menjadikan jamur tersebut semakin luas digunakan oleh petani dalam
usaha pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Disamping
karakternya sebagai antagonis diketahui pula bahwa Trichoderma,sp. Juga
berfungsi sebagai dekomposer dalam pembuatan pupuk organik.
Aplikasi jamur Trichoderma pada pembibitan tanaman guna mengantisipasi
serangan OPT sedini mungkin membuktikan bahwa tingkat kesadaran petani
akan arti penting perlindungan preventif perlahan telah tumbuh.
Jamur Trichoderma sp sering digunakan untuk mengendalikan
Fusariumoxysporum (penyebab penyakit busuk batang pada tanaman Vanili),
Phytophtora sp (penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman
Lada) dan Rigidoporus lignosus ( penyebab penyakit Jamur akar putih
pada tanaman Karet). Selain itu juga efektif mengendalikan Phytium sp yang merupakan patogen tular tanah penyebab penyakit rebah kecambah pada kacang-kacangan.
Jamur ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
1. Mudah diisolasi, dikembangkan, dan daya adaptasinya luas
2. Mudah ditemukan di tanah areal pertanaman, shg pertumbuhan pd saat aplikasi lebih mudah.
3. Dapat tumbuh secara cepat pada berbagai substrat.
4. Memiliki kisaran mikroparasitisme yang luas.
5. pada umumnya tidak patoen pada tanaman.
Jamur Trichoderma mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman,
terutama kemampuannya untuk menyebabkan produksi perakaran sehat dan
meningkatkan angka kedalaman akar (lebih dalam di bawah permukaan
tanah). Akar yang lebih dalam ini menyebabkan tanaman menjadi lebih
resisten terhadap kekeringan, seperti pada tanaman jagung dan tanaman
hias.
Mekanisme antagonis jamur ini dapat
difahami sebagai berikut. Saat mikroba patogen sedang dalam masa dorman,
serangan antagonis jamur Trichoderma dapat menyebabkan kerusakan
biologis inokulum patogen. Mekanisme antagonis ini dapat berupa predasi,
perparasi, dan parasitisme propagul. Bentuk lain dari antagonisme
adalah dengan penekanan perkecambahan propagul melalui kompetisi karbon,
nitrogen, ion besi, oksigen dan unsur penting lainnya. Sedangkan
antagonis pada permukaan tanman meliputi antibiosis, kompetisi dan
predasi.
Mikoparasitisme dari Trichoderma Sp.
merupakan suatu proses yang kompleks dan terdiri dari beberapa tahap
dalam menyerang inangnya. Interaksi awal dari Trichoderma Sp. yaitu
dengan cara hifanya membelok ke arah jamur inang yang diserangnya, Ini
menunjukkan adanya fenomena respon kemotropik pada Trichoderma Sp.
karena adanya rangsangan dari hyfa inang ataupun senyawa kimia yang
dikeluarkan oleh jamur inang. Ketika mikoparasit itu mencapai inangnya,
hifanya kemudian membelit atau menghimpit hifa inang tersebut dengan
membentuk struktur seperti kait (hook-like structure), mikoparasit ini
juka terkadang mempenetrasi miselium inang dengan mendegradasi sebagian
dinding sel inang.
Mekanisme kerja Trichoderma
spp. (salah satunya adalah T. koningii) adalah menekan perkembangan JAP
dengan cara pembentukan antibiotik dan mikroparasitisme, kompetisi dan
kolonisasi rizomorfa. Mekanisme penghancuran Jamur Akar Putih (JAP)
terjadi melalui proses lisis miselium dan rizomorfa. Lisis merupakan
proses enzimatik oleh enzim selulose yang dihasilkan oleh T. koningii.
Trichoderma
harzianum menekan pertumbuhan jamur phythoptora infestan pada tanaman
kentang.Jamur trichoderma harsianum ini merupakan jamur isolat
lokal,jadi apabila menggunakan kompos akan mendukung berkembang biaknya
jamur trichoderma ini sehingga dapat menekan pertumbuhan phythopthora
dilahan kentang.
Jamur trichoderma merupakan
salah satu jenis jamur mikroparasitik/bersifat parasit terhadap jenis
jamur lain.Nah karena sifat2 inilah maka trichoderma dapat kita
manfaatkan sebagai agen biokontrol terhadap jenis2 jamur fitopatogen.
Keuntungan dan keunggulanya adalah mudah dimonitor dan dapat berkembang
biak,sehingga keberadaanya di lingkungan dapat bertahan.
Semoga bermanfaat, sukses buat petani Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)
Perubahan iklim di Indonesia yang tidak menentu menjadi salah satu kendala yang mengkhawatirkan bagi peningkatan produksi padi. Dampak per...
-
Mesin Tanam Bibit Padi ( Rice transplanter ) 1. Jenis mesin tanam bibit padi 2. � Beberapa jenis mesin tanam bibit padi 2.1. Mesi...
-
Dalam rangka mewujudkan visi Kementerian Kelautan dan Perikanan “Pembangunan Kelautan dan Perikanan yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan ...


