Dalam bercocok tanam padi pasti mengharapkan hasil yang maksimal
dari tanaman yang kita tanam, taknik yang dilakukan dalam pengolahan
lahan sawah yang di gunakan bagi tanaman padi sangatlah penting untuk
perhatikan. Karena lahan sawah merupakan tempat mengambil cadangan hara
yang dibutuhkan bagi tanaman padi.
Oleh karena itu pertumbuhan tanaman padi diantarannya akan
dipengaruhi sejauh mana proses pengolahan yang dilaksanakan sebelum
ditanami dengan menggunakan alat mekanisasi hand tractor.
Pengolahan pertama dilakukan dengan cara dibajak, menggunakan
bajak/singkal traktor tangan. Proses pembajakan ini dilakukan dengan
cara membalikan lapisan olah tanah agar sisa – sisa tanaman seperti
rumput, dan jerami dapat terbenam. Setelah tanah dibajak, maka dibiarkan
beberapa hari, agar terjadi proses fermentasi untuk membusukan sisa
tanaman dan jerami di dalam tanah.
Kemudian dilakukan proses pengolahan kedua yaitu proses penggemburan
atau proses pencampuran antara bahan organik dengan tanah. Proses ini
dimaksudkan agar bahan organik dapat menyatu dengan lapisan olah tanah,
selama pengolahan ini pasokan air mencukupi. Jangan terlalu kering dan
jangan terlalu basah. Proses pencampuran ini dilakukan sampai bahan
organik benar-benar menyatu dan melumpur dengan lapisan olah tanah.
Proses selanjutnya permukaan tanah diratakan dengan bantuan alat
berupa papan kayu yang ditarik dengan menggunakan traktor tangan. Proses
ini dimaksudkan agar lapisan olah tanah benar-benar siap untuk di
tanami tanaman padi pada saat tandur dilaksanakan.
Waktu yang dibutuhkan selama proses pengolahan tanah ini berkisar antara 16 – 18 hari.
Kecepatan traktor tangan membajak sawah sangat bergantung pada jenis
traktor (diesel dan roda) juga kelihaian operator mengoperasikan
traktor tersebut.
Tetapi tahapan tersebut tidak berjalan dengan baik dikarenakan
kondisi traktor yang sudah tua dan sering rusak, sehingga mengakibatkan
hasil panen padi tidak optimal yang disebabkan oleh pengolahan tanah
yang tidak maksimal, umur bibit tua (terlambat tanam) dan waktu tanam
tidak serempak.
Potensi yang kami miliki :
1. Luas areal sawah wilayah kerja Gapoktan Tani Maju di desa
Cicadas kec. Binong Subang Jawa Barat 319 Ha yang tersebar di 8 kelompok
tani (Luas sawah per kelompok antara 38 Ha – 69 Ha) .
2. Di masing-masing kelompok tani hanya ada 1-2 traktor yang
disewakan (beda pemilik). traktor itu umurnya sudah tua dan performanya
kurang bagus. Kecepatan traktor membajak sawah kurang dan sering rusak.
3. Ada beberapa orang operator yang bersedia menjalankan traktor di masing-masing kelompok tani.
Berdasarkan hal tersebut di atas, kami memberanikan diri untuk
memohon bantuan alat mesin pertanian berupa traktor dan mesin perontok
padi melalui forum e-petani ini agar dapat di tindak lanjutkan kepada
pihak yang berwenang baik dari Kementerian Pertanian, BUMN atau
Dermawan.
Atas segala bantuannya, kami ucapkan terima kasih.
GAPOKTAN TANI MAJU
DESA CICADAS KEC. BINONG 41253 KAB. SUBANG JAWA BARAT,
HP 081394176639
AKTA NOTARIS, NO : 03, TANGGAL 20 SEPTEMBER 2012
Senin, 05 Agustus 2013
Datu Kandang Haji Lebih Tua Dari Datu Kelampayan
Datu Kandang Haji Lebih Tua Dari Datu Kelampayan
Kamis, 29 Maret 2012 12:36 WITA
dok
Suasana haul Datu Kandang Haji, di Juai, Balangan, Kamis (29/3/2012).
Dari riwayat Datu Kandang Haji, diwariskan dari generasi dari generasi, namun tidak ada keterangan dimana beliau wafat.
"Namun Aswadi Syukur, mantan MUI Kalsel, Banjarmasin pernah meriwayatkan diperkirakan Datu Kandang Haji hidup pada Abad 17 dan 18 masehi," ujarnya.
Beberapa peninggalan Datu Kandang Haji sebagai bukti antara lain Masjid Al Mukarramah, Halong, Sirajul Huda, Paran, Paringin, benda pusaka, Alquran tulisan tangan, cukmar atau tongkat berkhotbah di Masjid Sirajul Huda di Paran, Paringin.
"Jika dia wafat, dia minta dimakamkan di batu wafak, di Desa Teluk bayur, Juai," imbuhnya.
Benda pusaka itu, dinyatakan tidak tersimpan. Hingga, tidak dapat ditemukan dan diperrlihatkan lagi.
Haul Datu Surya Sakti Mangku Alam atau yang terkenal dengan sebutan Datu Kandang Haji, Kamis (14/3/2013) sekitar pukul 09.00 Wita, dipadati ribuan jemaah yang datang dari berbagai penjuru daerah.
Pelaksanaan haul Datu Kandang Haji yang digelar di lokasi makamnya di Desa Teluk Bayur kecamatan Juai, juga dihadiri Bupati Balangan H Sefek Effendie.
Jemaah yang datang baik dari Balangan maupun dari Barabai, Amuntai dan Tanjung, selain ingin membacakan doa juga ingin mendengarkan ceramah (tausyiah).
Panitia selain mengundang Habib Umar dari Jogjakarta juga mengundang KH Asmuni atau lebih dikenal dengan sebutan Guru Danau dari Amuntai, guna memimpin pembacaan surah yasin dan zikir serta tahlilan.
Senin, 15 Juli 2013
pertanian juai
MAKALAH
INOVASI BIDANG PERTANIAN
DI KELOMPOK TANI ALAM SUBUR
DESA TELUK BAYUR KECAMATAN JUAI KABUPATEN BALANGAN
OLEH
ABDURRAHMAN
NPM : 2011.01.0004
YAYASAN BAKTI MUSLIMIN
SEKOLAH TINGGI ILMU
PERTANIAN
AMUNTAI
2013
KATA PENGANTAR
.
Puji
syukur kami panjatkan kehadiran ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat serta
hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah “INOVASI BIDANG
PERTANIAN” dalam bentuk atau isi yang sederhana.
Dalam
penyusunan makalah ini, penulis tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih
kepada DOSEN pembimbing yang telah membantu dalam memberi materi mata kuliah
PENYULUHAN DAN KOMONIKASI PERTANIAN. Dan tidak lupa juga kami ucapkan
terimakasih kepada para kelompok tani yang telah memberikan informasi tentang
inovasi-inovasi dalam bidang pertanian.
Dalam
penyusunan makalah ini penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi
sipenulis dan pembaca pada umumnya.
AMUNTAI,May
2013
Penyusun
Abdurraman
DAFTAR ISI
halaman
KATA
PENGANTAR.............................................................................. i
DAPTAR
ISI............................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN.
A.
LATAR BELAKANG......................................................................... 1
B.
TEMPAT............................................................................................. 2
C.
TUJUAN PEMBENTUKAN............................................................... 2
D.
BAB II ISI.
A.
KELOMPOK....................................................................................... 3
B.
INOVASI............................................................................................ 3
C.
RANCANA INOVASI........................................................................ 3
D.
PERMASALAHAN............................................................................. 4
BAB III PENUTUP.
A.
KESIMPULAN................................................................................... 5
B.
SARAN............................................................................................... 5
C.
DAPTAR
PUSTAKA.......................................................................... 6
BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Penerapan
inovasi-inovasi dalam bidang pertanian selama ini telah cukup berhasil dalam pembangunan
pertanian, beberapa inovasi telah digunakan secara luas dan terbukti menjadi pemicu
utama pertumbuhan dan perkembangan usaha dan sistem dalam pertanian, seiring dengan
berjalannya waktu inovasi dalam bidang pertanian berkembang dengan kemajuan teknologi.
Hal
ini tidak lepas dari peranan pemerintah sebagai Pembina penerapan inovasi-inovasi
dalam bidang pertanian, dan untuk mendukung program tersebut diprlukan informasi
yang tepat, serta keterampilan petani dalam memerankan kebijakan dalam penerapan
inovasi bidang pertanian tersebut, agar tujuan pembangunan pertanian tercapai dengan
baik dan tepat.
Dengan
demikian untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta perubahan perilaku
petani dilaksanakan dengan kagiatan penyuluhan pertanian dengan metode penyuluhan
yang dituangkan dalam rencana kerja, agar pendapatan keluarga petani dapat meningkatkan,
keberhasilan penyuluh dan tergantung kesesuaian meteri, kebutuhan petani, serta
tersedianya teknelogi bagi penyuluh serta kecepatan informasi dan inovasi dari sumber
kepada petani.
B.TEMPAT
Tempat
untuk memperoleh informasi tentang inovasi pertanian adalah di Desa Teluk Bayur RT 1,
Kecematan Juai, Kabupaten Balangan.
C.TUJUAN PEMBENTUKAN
Tujuan
dalam pembentukan kelompok tani adalah untuk meningkatkan pertanian yang ada di
Desa Teluk Bayur, Kecematan Juai, Kabupaten Balangan, sehingga para petani
dapat mengenal hal-hal yang baru tentang inovasi pertanian. Sehingga para
petani tidak takut lagi untuk mencoba dan menggunakan inovasi-inovasi yang
baru.
BAB II
ISI
A.NAMA KELOMPOK TANI
Nama
kelumpok tani yang ada di Desa Teluk Bayur RT 1, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan
adalah ALAM SUBUR.
dengan di ketuai oleh:
KETUA :
ALAM SYAH
TANGGAL
BERDIRI: 30
MARET 2012
JUMLAH
ANGGUTA: 25 ORANG
VARIETAS :
CIEHIRANG, (TANAMAN MUSIM HUJAN)
LUAS LAHAN :
25 HEKTAR
B.INOVASI
Hal
baru atau inovasi yang telah ada di Desa Teluk Bayur RT 1, Kecamatan Juai,
Kabupaten Balangan adalah teraktor untuk membajak sawah, akan tetepi tahun ini
di Desa Teluk Bayur tidak dapat menggunakan teraktor tersebut, dikernakan
teraktor tersebut baru didapat dari pemerintah tahun ini, serta petani yang mampu menggunakan teraktor tersebut
hanya sebagian yang bisa. Akan tetapi pada waktu pasca tanam di sawah yang baru
para petani sebagian tidak akan lagi menggunakan alat pertanian yang tradisonal
untuk membajak sawah karena mereka akan di ajarkan bagai mana menggunakan
teraktor tersebut untuk membajak sawah.
Inovasi
lain yang di lakukan para kelompok tani adalah cara bercocok tanam yang dulunya
bercocok tanam dengan cara jajar acak,
pada awal tanam tahun ini mereka akan mencoba dengan cara bercocok tanam jajar
legowo supaya para petani yang lain dapat mengikuti cara tanam jajar legowo
yang dilakukan oleh para kelompok tani. Serta penyemprotan pestisidapun untuk
membunuh hama werang yang banyak, sudah di sosialisasikan kelompok tani untuk menyemprot pada sore
hari, di karenakan sore hari hama wereng banyak yang keluar dari pada di pagi
hari,sehingga memudahkan membunuh hama
wereng yang ada di tanaman padi.
Dan
ada juga inovasi pengandalian
hayati untuk mengurangi serangan hama burung pipit dengan cara air serai yang
telah ditumbuk lalu di celupkan kedalam air
dan di campur dengan minyak wangi lalu di semprotkan
ketanaman padi yang
sedang
berbuah, supaya burung pipit yang mau
menyerang tanaman padi tidak jadi
karena baunya yang khas setelah air serai yang di campur dengan minyak
wangi,kata kelompok tani di Desa Teluk Bayur.
C.RENCANA
INOVASI
Bahkan kelompok tani desa teluk bayur merancanakan ingin
manggunakan mesin penanam padi untuk tahun depan dan tidak lagi menanam padi
secara manual. Dengan cara mengajukan proposal ke dinas pertanian untuk
mendapatkan mesin penanam padi yang harganya tidak terjangkau para petani,
kerena harganya lumayan mahal.
D.PERMASALAHAN
Permasalahan
yang ada di kelompok tani di Disa Teluk Bayur RT 1, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan
adalah bibit unggul padi pemberian pemerintah pertanian rentan terkena penyakit blas ( batang manjadi kuning )
dan kurangnya kekompakan
dalam kelompok tani,
menanaman padi tidak serentak sehingga
memudahkan hama seperti burung pipit menyerang tanaman padi yang
berpindah-pindah. Dan ada juga faktor alam seperti banjir yang bisa menghambat
pertumbuhan dan gagal panin
tanaman padi.
Anggaran pupuk dan bibit masih kurang dan anggota
kelompok belum sepenuhnya manggunakan pupuk organik.
BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Semakin majunya
teknologi orang-orang banyak membuat berbagai inovasi didalam dunia pertanian
dan mempermudah petani dalam kegiatan pertanian dimulai dari proses penanaman,
proses pemeliharaan, dan panen. Inovasi-inovasi dalam bidang pertanian juga
menghemat waktu petani dalam kegiatan pertanian tersebut. Sehingga para petani
merasa puas dengan adanyan teknologi inovasi-inovasi baru.
B.SARAN
Dengan banyaknya teknologi yang ada pada saat ini yang
bisa melahirkan inovasi-inovasi dalam bidang pertanian, diharapkan semua petani
khususnya kelompok tani ALAM SUBUR selalu bisa
menerima bahkan menggunakan semua inovasi yang diberikan.
DAPTAR PUSTAKA
Anonim, 2006, Undang-Undang nomor 16
tahun 2006 tentang Sistem
Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan, Jakarta Anonim, 2007, Permentan No 273 tahun 2007,
tentang Pedoman Pembinaan
Kelembagaan Petani, Kementerian Pertanian, Balangan.
Anonim, 2007, The Decentralized Livestock
Services in Eastern Indonesia Project (DELIVERI), Panduan Pelatihan
Pengembangan Kelompoktani, Kementerian Pertanian Balangan.situs http://wawan-junaidi.blogspot.com /2013/03/pengertian-kelompok.html, diakses Rabu, 22,mei,2013, pukul 14;20 wita.
terimakasih telah berkunjung di blog Abdurrahman,,,,,,
Langganan:
Postingan (Atom)
Perubahan iklim di Indonesia yang tidak menentu menjadi salah satu kendala yang mengkhawatirkan bagi peningkatan produksi padi. Dampak per...
-
Mesin Tanam Bibit Padi ( Rice transplanter ) 1. Jenis mesin tanam bibit padi 2. � Beberapa jenis mesin tanam bibit padi 2.1. Mesi...
-
Dalam rangka mewujudkan visi Kementerian Kelautan dan Perikanan “Pembangunan Kelautan dan Perikanan yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan ...