Senin, 17 Juni 2013

Thursday, February 16, 2012

Perkembangbiakan Vegetatif Buatan Pada Tumbuhan

Perkembangbiakan Vegetatif Buatan Pada Tumbuhan - Perkembangbiakan vegetatif buatan adalah perkembangbiakan secara tidak kawin pada tumbuhan yang sengaja di lakukan oleh manusia atau
dengan bantuan manusia. Macam-macam perkembangbiakan vegetatif buatan, antara lain mencangkok, menempel (okulasi), menyambung/mengenten, stek, dan merunduk.

1) Mencangkok
Mencangkok

Mencangkok adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara memotong dahan tumbuhan induknya. Tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan dikotil atau biji berkeping dua, misalnya jeruk, jambu, mangga, rambutan,durian, dan sebagainya.


2) Menempel (okulasi)


Okulasi atau menempel adalah menempelkan mata tunas dari dua tanaman yang sejenis, tetapi berbeda sifat misalnya mangga manalagi dengan mangga arum manis. Pada dasarnya tujuan okulasi atau menempel sama dengan tujuan mengenten atau menyambung, yaitu menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki gabungan sifat unggul.


3) Menyambung/mengenten
Menyambung

Menyambung atau mengenten adalah menggabungkan batang bawah dan batang atas dua tanaman yang sejenis. Tujuan menyambung adalah menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul. Perhatikan contoh berikut!


Misalnya, ada dua tanaman mangga. Tanaman mangga pertama berakar kuat tetapi buahnya asam, sedangkan tanaman mangga kedua berakar lemah tetapi buahnya sangat manis. Untuk memperoleh pohon mangga
yang berakar kuat dan berbuah manis, maka batang bawah dari tanaman mangga berakar kuat disambungkan dengan batang atas tanaman mangga yang berbuah manis.


4) Stek
stek

Menyetek adalah memperbanyak tumbuhan dengan menancapkan atau menanam potongan-potongan batang tumbuhan induknya. Tumbuhan yang dapat distek antara lain ketela pohon, tebu, mawar, melati, dan kangkung.


Selain stek batang dikenal pula stek daun dan stek pucuk. Tumbuhan yang dapat diperbanyak dengan stek pucuk antara lain teh dan anak nakal (teh-tehan). Sedangkan tumbuhan yag diperbanyak dengan stek daun antara lain begonia dan sanseviera.

5) Merunduk
Merunduk

Merunduk adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara merundukan batang atau cabang ke tanah sehingga tumbuh akar. Setelah akarnya banyak cabang yang berhubungan dengan tumbuhan induk induk dipotong. Tumbuhan yang biasa dikembangbiakan antara lain alamanda, anyelir, apel, selada air, anggur dan sebagainya.
Perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan memberikan beberapa keuntungan dan kerugian.

Berikut beberapa keuntungan dan kerugian vegetatif buatan.
a. Sifat tumbuhan baru sama persis dengan sifat tumbuhan induknya. Jika tumbuhan unggul maka tumbuhan baru pun akan bersifat unggul.
b. Cepat memberikan hasil jika dibandingkan dengan ditanam dengan bijinya.

Sedangkan kerugian vegetatif buatan adalah sebagai berikut.
a. Tumbuhan yang diperbanyak secara vegetatif buatan tidak memiliki akar tunggang sehingga mudah tumbang.
b. perkembangbiakan vegetatif buatan menghasilkan sedikit keturunan atau tumbuhan baru.
c. merusak tumbuhan induk.

Senin, 10 Juni 2013

Tumbuhan Gadung

Umbi gadung, tanaman gadung salah satu jenis tanaman penghasil karbohedrat dan banyak dimanfaatkan warga pedalaman Kalsel sebagai sumber pangan alternatif, gadung bisa dibuat tepung, kripik, atau dibuat kue-kue, tetapi harus melalui proses pengolahan yang benar guna menghindari kandungan racun yang ada dalam umbi gadung tersebut.

Sabtu, 08 Juni 2013

Bibit Labu kuning atau bibit waluh varietas hibrida

Bibit Labu atau Bibit Waluh Hibrida Suprema F1
Waluh atau Buah Labu kuning adalah salah satu tanaman pangan, yang sangat mudah tumbuh di Indonesia. menaman waluh tidak sulit, baik pembibitannya, perawatannya, dan hasilnya pun cukup memberikan nilai ekonomis untuk petani. Bibit waluh Hibrida Suprema F1 ini merupakan bibit unggul yang dapat ditanam di lahan pertanian kering dataran rendah sampai menengah.

Bibit waluh atau labu kuning sangat cocok utuk ditanam pada tanah pekarangan yang kosong dapat kita manfaatkan. Intinya waluh atau labu kuning ini dapat ditanam dan mampu tumbuh subur di daerah Tropis maupun Sub-tropis.

Tekstur serat halus pada buah waluh suprema F1, buah waluh memiliki daging yang kuning memiliki tekstur pulen ketika di masak.

Rabu, 05 Juni 2013

APLIKASI MOL PADA TANAMAN PADI


Pada beberapa kali pertemuan yang lalu maspary telah menulis di Gerbang Pertanian tentang cara membuatan MOL (Mikro Organisme Lokal) dari berbagai macam bahan organik. Sebenarnya masih banyak sumber bahan organik yang bisa kita jadikan MOL selain yang sudah maspary tulis. Inilah tantangan untuk para petani untuk lebih berkreasi dan lebih mandiri.

mol padi sawah

Karena berbagai artikel cara membuat MOL yang maspary tulis banyak menimbulkan pertanyaan bagi petani tentang aplikasinya pada tanaman padi maka kali ini maspary akan menulis tentang penggunaan MOL dalam berbagai fase pertumbuhan tanaman padi. Ini hanya semata-mata analisa maspary, masih perlu banyak perbaikan dan masukan dari rekan-rekan petani semua.

Berikut aplikasi MOL (Mikro Organisme Mol) pada tanaman padi :
MOL
FUNGSI
WAKTU APLIKASI
(hst)
Dosis
Lt/ ha
Daun Gamal
Penyubur dan cegah penyakit
Disemprot saat 10, 20 dan 30  hst
14
Bonggol pisang
Dekomposer dan penyubur
Disemprot pada 10, 20, 30, 40, 50 dan 60 hst
20
Urine Sapi
Menambah nutrisi tanaman
Disemprot 30 hst
30
Rebung Bambu
Pertumbuhan tanaman
Disemprot 40 hst
30
Daun Gamal
Penyubur dan cegah penyakit
Disemprot saat 40, 50 dan 60 hst
30
Buah dab sayuran
Membantu pengisian malai padi
Disemprot umur 60 hst
30
Keong mas/ Terasi
Menambah nutrisi
Umur 70 hst
30
Nimba
Mencegah hama dan penyakit
Tergantung serangan
30

Tabel penggunaan MOL yang maspary tulis diatas sifatnya hanya memberi bantuan unsur hara dan mencegah serangan hama dan penyakit serta menambah mikroorganisme menguntungkan tanaman ke dalam tanah. Jika dirasa kondisi tanaman masih kurang subur harus segera diberikan pupuk. Seandainya ada gejala serangan hama dan penyakit yang tidak mampu dikendalikan oleh MOL silahkan diaplikasi pestisida kimia. Kecuali anda ingin berbudidaya secara organik. 
Silahkan digunakan sebagai acuan dalam penggunaan MOL pada tanaman padi, jika perlu silahkan dimodifikasi dan direfisi sendiri karena tabel tersebut sifatnya tidak baku.
Sukses Petani Indonesia !!

PERAN JAMUR TRICHODERMA DALAM PERTANIAN


Salam Tanii !! Ternyata Trichoderma sp bukan hanya digunakan untuk pupuk biologi/fungisida biologi saja tetapi ada manfaat yang lain, maspary di Gerbang Pertanian ini kembali memosting  tentang jamur yang satu ini.

trichoderma-untuk-kompos
Ketersediaan agens hayati di alam yang melimpah tentu menjadi potensi yang sangat besar. Hal ini perlu diketahui dan terus disebar luaskan kepada petani, penyuluh, dan stakeholder pertanian lainnya. Agens hayati yang akan kita bahas saat ini adalah jamur Trichoderma. Potensi jamur Trichoderma sebagai jamur antagonis yang bersifat preventif terhadap serangan penyakit tanaman telah menjadikan jamur tersebut semakin luas digunakan oleh petani dalam usaha pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Disamping karakternya sebagai antagonis diketahui pula bahwa Trichoderma,sp. Juga berfungsi sebagai dekomposer dalam pembuatan pupuk organik. Aplikasi jamur Trichoderma pada pembibitan tanaman guna mengantisipasi serangan OPT sedini mungkin membuktikan bahwa tingkat kesadaran petani akan arti penting perlindungan preventif perlahan telah tumbuh.
Jamur Trichoderma sp sering digunakan untuk mengendalikan Fusariumoxysporum (penyebab penyakit busuk batang pada tanaman Vanili), Phytophtora sp (penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman Lada) dan Rigidoporus lignosus ( penyebab penyakit  Jamur akar putih pada tanaman Karet). Selain itu juga efektif mengendalikan Phytium sp yang merupakan patogen tular tanah penyebab penyakit rebah kecambah pada kacang-kacangan.
Jamur ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
1.    Mudah diisolasi, dikembangkan, dan daya adaptasinya luas
2.    Mudah ditemukan di tanah areal pertanaman, shg pertumbuhan pd saat aplikasi lebih mudah.
3.     Dapat tumbuh secara cepat pada berbagai substrat.
4.     Memiliki kisaran mikroparasitisme yang luas.
5.     pada umumnya tidak patoen pada tanaman.
Jamur Trichoderma mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, terutama kemampuannya untuk menyebabkan produksi perakaran sehat dan meningkatkan angka kedalaman akar (lebih dalam di bawah permukaan tanah). Akar yang lebih dalam ini menyebabkan tanaman menjadi lebih resisten terhadap kekeringan, seperti pada tanaman jagung dan tanaman hias.
Mekanisme antagonis jamur ini dapat difahami sebagai berikut. Saat mikroba patogen sedang dalam masa dorman, serangan antagonis jamur Trichoderma  dapat menyebabkan kerusakan biologis inokulum patogen. Mekanisme antagonis ini dapat berupa predasi, perparasi, dan parasitisme propagul. Bentuk lain dari antagonisme adalah dengan penekanan perkecambahan propagul melalui kompetisi karbon, nitrogen, ion besi, oksigen dan unsur penting lainnya. Sedangkan antagonis pada permukaan tanman meliputi antibiosis, kompetisi dan predasi.
Mikoparasitisme dari Trichoderma Sp. merupakan suatu proses yang kompleks dan terdiri dari beberapa tahap dalam menyerang inangnya. Interaksi awal dari Trichoderma Sp. yaitu dengan cara hifanya membelok ke arah jamur inang yang diserangnya, Ini menunjukkan adanya fenomena respon kemotropik pada Trichoderma Sp. karena adanya rangsangan dari hyfa inang ataupun senyawa kimia yang dikeluarkan oleh jamur inang. Ketika mikoparasit itu mencapai inangnya, hifanya kemudian membelit atau menghimpit hifa inang tersebut dengan membentuk struktur seperti kait (hook-like structure), mikoparasit ini juka terkadang mempenetrasi miselium inang dengan mendegradasi sebagian dinding sel inang.
Mekanisme kerja Trichoderma spp. (salah satunya adalah  T. koningii) adalah menekan perkembangan JAP dengan cara pembentukan antibiotik dan mikroparasitisme, kompetisi dan kolonisasi rizomorfa. Mekanisme penghancuran Jamur Akar Putih (JAP) terjadi melalui proses lisis miselium dan rizomorfa. Lisis merupakan proses enzimatik oleh enzim selulose yang dihasilkan oleh T. koningii.
Trichoderma harzianum menekan pertumbuhan jamur phythoptora infestan pada tanaman kentang.Jamur trichoderma harsianum ini merupakan jamur isolat lokal,jadi apabila menggunakan kompos akan mendukung berkembang biaknya jamur trichoderma ini sehingga dapat menekan pertumbuhan phythopthora dilahan kentang.
Jamur trichoderma merupakan salah satu jenis jamur mikroparasitik/bersifat parasit terhadap jenis jamur lain.Nah karena sifat2 inilah maka trichoderma dapat kita manfaatkan sebagai agen biokontrol terhadap jenis2 jamur fitopatogen. Keuntungan dan keunggulanya adalah mudah dimonitor dan dapat berkembang biak,sehingga keberadaanya di lingkungan dapat bertahan.
Semoga bermanfaat, sukses buat petani Indonesia

CARA MENYILANGKAN TANAMAN PADI

CARA MENYILANGKAN TANAMAN PADI


Salam Tanii !!  Untuk mendapatkan suatu benih padi unggul seringkali kita harus menyilangkan/ mengawinkan  dua jenis padi yang masing-masing memiliki keunggulan berbeda. Ini membutuhkan kesabaran, butuh waktu sekitar 3 tahun untuk mendapatkan suatu benih padi unggul. Di Gerbang Pertanian ini maspary akan sedikit memberi informasi cara menyilangkan padi atau cara mengawinkan padi.
Sebenarnya informasi ini maspary peroleh dari seorang sahabat maspary yang bernama Saein. Pasti rekan-rekan Gerbang Pertanian pasti tahu siapa beliau ini. Beliau adalah seorang THL-TBPP wilayah purbalingga yang memiliki keahlian sebagai pakar menyilangkan tanaman padi. Beliau telah mendapatkan SCTV aword dan sehati aword. Penghargaan ini beliau peroleh karena berhasil membuat varietas Padi Mutiara (padi dengan rasa pulen dan produksi tinggi). Beliau juga mendapatkan penghargaan dari Bapak Gubernur Jateng atas prestasinya tersebut.  Dan yang terakhir ini telah disiapkan hasil karya beliau sebuah padi dengan nama Padi Mustika (padi dengan kadar gula rendah untuk para penderita diabetes).
Waktu itu maspary ada kegiatan bersama beliau untuk pelatihan audio visual dan pada suatu pagi sehabis sholat subuh maspary ada kesempatan ngopi sambil ngobrol ringan tentang masa depan Pertanian Indonesia. Akhirnya sampai juga obrolan kami pada cara menyilangkan tanaman padi. Sebenarnya informasi yang akan maspary tulis hanyalah informasi teknis sederhananya saja, selain itu masih banyak faktor-faktor yang lain yang tidak bisa Maspary sampaikan di Gerbang Pertanian ini. 
bunga-padi
Ayo kita mulai saja menyilangkan padi :
  1. Menyiapkan dua buah varietas padi yang mempunyai keunggulan yang berbeda.
  2. Tanam seperti biasa tunggu sampai mulai keluar malai
  3. Bagi yang belum pernah lihat bunga padi silahkan lihat gambar bunga padi hasil jepretan maspary diatas.
  4. Ambil bunga dari induk jantan yang akan kita kawinkan
  5. Pada induk betinanya, saat malai padi keluar 3/4 lakukan pemotongon 1/3 malai dari atas
  6. Buka dengan pinset kelopak bunga padi yang belum sempat membuka.
  7. Lalu potong 6 benang sarinya (biasanya dalam satu kelopak ada 6 benang sari dan 1 putik)
  8. Lalu tempel-tempelkan benang sari dari induk jantan pada putik induk betina.
  9. Bulir padi yang belum sempat dikawinkan dirontok saja.
  10. Jangan lupa tandai bulir padi yang telah kita kawinkan tersebut
  11. Lalu biarkan padi tumbuh biasa sampai membentuk malai dan bulir padi (sampai waktu panen tiba)
  12. Bulir yang telah kita kawinkan tersebut kita tanam lagi
  13. Dari penanaman tersebut biasanya akan menghasilkan beberapa karakter tanaman padi. Ambil karakter yang dikehendaki.
  14. Untuk menstabilkan hasil persilangan yang kita peroleh sebaiknya padi hasil seleksian tersebut kita kawinkan dengan induk jantan dan betina masing-masing 3 kali.
  15. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya perkawinan dengan padi yang tidak kita kehendaki, sebaiknya dalam penanaman tanaman padi yang telah kita kawinkan kita buang tanaman padi yang ada dipinggir minimal 1 meter dari tepi.
Jika rekan-rekan Gerbang Pertanian menginginkan belajar menyilangkan tanaman padi yang lebih mendalam (bagaimana memilih tetua, memilih karakter hasil penyilangan, cara isolasi dll) bisa mengikuti pelatihan penyilangan tanaman padi yang akan dibimbing oleh bapak Saein sendiri. Tapi mohon maaf kami baru mempersiapkan segala sesuatunya, mohon doanya saja agar cepat terealisasi. Rencana kedepan maspary dan Paguyuban Bawor Tani akan mengadakan pelatihan berbagai ilmu pertanian praktis, seperti cara menyilangkan padi, cara pembuatan agensia hayati, teknis IB ayam kampung, mengawinkan/ memijahkan ikan dan pembuatan produk-produk Gerbang Pertanian (Perekat, pupuk organik dari limbah ikan, membuat alat uji kesuburan, tangki sprayer tanpa pompa dll).
Semoga artikel tentang cara menyilangkan tanaman padi/ cara mengawinkan padi tersebut bisa sedikit memberi gambaran bagaimana cara mendapatkan benih padi unggul  bagi petani-petani Indonesia.

Sukses Petani Indonesia  !!!
       Maspary

resep perekat

RESEP PEREKAT PESTISIDA NABATI GRATIS


Salam Tani !!!  Masih banyak berbagai bahan nabati yang melimpah disekitar kita yang belum kita ketahui potensi manfaatnya. Salah satu bahan organik yang akan kita bahas kali ini mempunyai manfaat sebagai perekat pestisida sekaligus sebagai pestisida nabatinya (PESNAB). Maspary pernah pernah membuat eksperimen sederhana tentang bahan nabati ini dan terbukti mampu kita gunakan sebagai bahan perekat pestisida.
Penasarankan ………  Bahannya apa ya …….?
Tulisan ini sebagai jawaban maspary terhadap rekan-rekan Gerbang Pertanian yang protes terhadap artikel “cara mudah membuat pestisida dengan biaya murah” yang ternyata meminta donatur pulsa. Entah pelit atau kikir saya gak tahu tapi ada beberapa rekan yang menyatakan keberatan kalau harus sebagai  donatur Gerbang Pertanian. Padalah dengan resep perekat pestisida tersebut sangat mudah sekali kita membuat perekat lalu kita packing dan kita jual. Dengan kata lain resep tersebut sangat mudah dikomersilkan maka maspary meminta donatur dari rekan-rekan Gerbang Pertanian dari resep perekat tersebut. Selain itu karena maspary juga telah menggunakan biaya, tenaga dan fikiran yang tidak sedikit dalam membuat percobaan dan mencari-cari bahan perekat tersebut.
Dulu maspary juga pernah menulis artikel tentang tentang cara membuat perekat organik yang gratis tis tis. Kali ini maspary akan menambah 1 resep perekat pestisida nabati lagi yang sangat mudah kita gunakan dalam budidaya tanaman yang sedang kita geluti.  Silahkan di coba resep perekat pestisida nabati dibawah ini ….
Bahan dan alat :
  1. Air panas 5 gelas kecil
  2. Biji lerak 5 buah
  3. Ember/ bak kecil dengan kapasitas 2 liter
  4. Saringan
Cara membuat perekat pestisida  nabati:
  1. Masukkan 5 gelas air panas pada ember yang telah kita persiapkan
  2. Masukkan 5 biji lerak kedalam 5 air panas tersebut
  3. Setelah hangat-hangat kita remas-remas sampai hancur daging buahnya dan lepas bijinya.
  4. Kemudian saring dan ambil airnya.
Cara penggunaan perekat pestisida nabati :
  1. Ambil perekat yang telah kita buat tadi dan encerkan dalam 1 tangki sprayer (kurang lebih15 liter)
  2. Masukkan pestisida nabati atau pupuk organik yang akan kita aplikasikan pada tanaman.
  3. Jangan lupa nyemprotnya sebelum jam 10 pagi atau setelah jam 3 sore
Mudah sekali bukan ? …….
Jika dirasa perekat tersebut kurang pekat / kurang kuat bisa ditambahkan biji leraknya, misalnya 10 biji untuk 1 tangki semprot.
Oh ya…. ampas dan biji lerak sisa dari penyaringan tadi jangan di buang karena bisa kita gunakan sebagai pestisida juga. Biji dan sisa saringan tadi sangat efekti sebagai repellent (penolak serangga hama). Jika ingin tahu cara membuatnya kita baca artikel maspary yang akan datang………
Barangkali ada yang belum tahu biji lerak silahkan lihat gambarnya :
lerak-perekat-pestisida-organik-
Kalau ada rekan Gerbang Pertanian yang kesulitan mencari biji lerak bisa menghubungi maspary, SMS aja di 08122630297.

Selasa, 04 Juni 2013

KEKURANAGAN UNSUR HARA



GEJALA KEKURANGAN UNSUR HARA
Jika ketersediaan unsur hara esensial kurang dari jumlah yang dibutuhkan tanaman, maka tanaman akan terganggu metabolismenya yang secara visual dapat terlihat dari penyimpangan-penyimpangan pada pertumbuhannya. Gejala kekurangan unsur hara ini dapat berupa pertumbuhan akar, batang atau daun yang terhambat (kerdil) dan klorosis pada berbagai organ tanaman.
Gejala yang ditampakkan tanaman karena kekurangan suatu unsur hara dapat menjadi petunjuk kasar dari fungsi unsure hara yang bersangkutan. Pengetahuan tentang gejala kekurangan masing-masing unsur hara dapat digunakan oleh petani dalam menentukan jenis pupuk yang harus digunakan dan merupakan peringatan bagi petani untuk segera melakukan pemupukan agar tanaman dapat tumbuh normal kembali.
Walaupun kekurangan unsur hara dapat menyebabkab gangguan pada fungsi dan pertumbuhan akar, gejala yang umum dilaporkan adalah gejala yang tampak pada bagian tajuk tanaman, karena gejala pada tajuk ini lebih mudah diamati dan memberikan manfaat praktis bagi petani.
Gejala kekurangan suatu unsur hara yang ditampakkan tanaman tidak selalu sama. Gejala tersebut dapat berbeda, tergantung spesies tanaman, tingkat keseriusan masalah, dan fase pertumbuhan tanaman. Di samping itu, tanaman dapat mengalami kekurangan dau unsur hara atau lebih pada saat yang bersamaan, sehingga gejala yang ditampakkan oleh tanaman menjadi lebih kompleks.
Pada dasarnya gejala kekurangan unsur hara tergantung pada 2 hal utama, yakni: [1] fungsi dari unsur hara tersebut dan [2] kemudahan unsur hara tersebut untuk ditranslokasikan dari daun tua ke daun muda. Kemudahan suatu unsur hara untuk ditranslokasikan tergantung pada solubilitas (kelarutan) dari bentuk kimia dari unsur tersebut di dalam jaringan tanaman dan kemudahannya untuk dapat masuk ke dalam pembuluh floem.
Beberapa unsur dengan mudah dapat ditranslokasikan dari daun tua ke daun muda dan organ penampung (storage organ) seperti organ reproduktif atau umbi. Unsur-unsur tersebut adalah nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, klor dan belerang; sedangkan sekelompok unsur lainnya lebih sulit untuk ditranslokasikan, misalnya boron, besi dan kalsium. Mobilitas unsur-unsur seng, mangan, tembaga dan molybdenum tergolong sedang.
Untuk unsur-unsur yang mudah untuk ditranslokasikan, gejala kekurangannya pertama akan terlihat pada daun-daun tua , dan sebaliknya untuk untuk unsur-unsur yang sulit ditranslokasikan, gejala kekurangan mula-mula tampak pada daun-daun muda. Pedoman umum untuk menentukan jenis unsur yang ada dalam kondisi kekurangan pada tanaman dapat dilihat pada tabel di attachment file.
Tabel pedoman umum untuk mengidentifikasi jenis unsur yang berada dalam kondisi kekurangan pada tanaman.

praktik kewirausahaan...





MAKALAH
INOVASI BIDANG PERTANIAN DI KELOMPOK TANI BERKAT MUFAKAT
DESA JUAI KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN TABALONG










OLEH
SARIF FADILLAH
NPM : 2011.02.0052
YAYASAN BAKTI MUSLIMIN
SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN
AMUNTAI
2012

i


KATA PENGANTAR
Pujisyukur kami ucapkankehadirat Allah SWT yang telahmemberikanrahmatsertahidayah-Nyasehinggapenulisdapatmenyelesaikanmakalah “InovasiDalamBidangPertanian” dalambentukmaupunisi yang sangatsederhana.
Dalampenyusunanmakalahini, penulistaklupamengucapkanbanyakterimakasihpadasemuapihak yang telahmembantudalammenyelesaikantugasmakalahini.Dan tidaklupajuga kami ucapkanterimakasihkepadakelompoktani yang telahmemberikaninformasidalaminovasi-inovasidalambidangpertanian.
Dalampenyusunanmakalahinipenulisberharapsemogamakalahinidapatbermanfaatbagipenulissendirimaupunbagiparapembacapadaumumnya.
Amuntai, November 2012
Penyusun

ii










DAFTAR ISI
Halaman
Kata Pengantar ........................................................................................ i
Daftarisi ..................................................................................................ii
Bab I Pendahuluan.
                        A. Latarbelakang ............................................................................. 1
                        B. Tempat......................................................................................... 2
                        C. Tujuanpembentukan ................................................................... 2

Bab II Isi
                        A. Kelompok .................................................................................... 3
                        B. Tahunpembentukan .................................................................... 3
                        C. Susunan ....................................................................................... 3
                        D. Inovasi ......................................................................................... 6

Bab III Penutup
                        A. Kesimpulan ................................................................................. 8
                        B. Saran ............................................................................................ 8

1




BAB I
PENDAHULUAN
                        A. LATAR BELAKANG

Penerapaninovasi-inovasidalambidangpertanianselamainitelahcukupberhasildalampembangunanpertanian, beberapainovasitelahdigunakansecaraluasdanterbuktimenjadipemicuutamapertumbuhandanperkembanganusahadansistemdalampertanian, seiringdenganberjalannyawaktuinovasidalambidangpertanianberkembangdengankemajuanteknologi.
Hal initidaklepasdariperananpemerintahsebagaipembinapenerapaninovasi-inovasidalambidangpertanian, danuntukmendukung program tersebutdiprlukaninformasi yang tepat, sertaketerampilanpetanidalammemerankankebijakandalampenerapaninovasibidangpertaniantersebut, agar tujuanpembangunanpertaniantercapaidenganbaikdantepat.
Dengandemikianuntukmeningkatkanpengetahuandanketerampilansertaperubahanperilakupetanidilaksanakandengankagiatanpenyuluhanpertaniandenganmetodepenyuluhan yang dituangkandalamrencanakerja, agar pendapatankeluargapetanidapatmeningkatkan, keberhasilanpenyuluhtergantungkesesuaianmeteri, kebutuhanpetani, tersedianyateknelogitetapibagipenyuluhsertakecepataninformasidaninovasidarisumberkepadapenyuluh.

2
                         
                         
                         
                         
                        B. TEMPAT

Tempatpeggalianinformasitentanginovasipertanian yang sayalakukanadalahdidesaJuaiKecamatanTanjungKabupatenTabalong
                        C. TUJUAN PEMBENTUKAN

Pembentukankelompoktanididesatersebutbertujuan agar sistempertaniandilapanganmempunyaipedoman yang jelasuntukmelaksanakankegiatanpertaniansesuaidengansepasifiklokal.
Pertaniandidesajuaikecamatantanjung, dapatdinyatakanmaju, karenahasilpanenpertaniannyamelebihiuntukmakansatutahun, dansebagiannyadapatdijualuntukmenambahpendapatanpetanisertadapatmenambah modal petaniunukmengembangkanpertaniannyadalamhalpembelianpenunjangpertanianataupunperlengkapannya.
.

3








BAB II
ISI
                        A. KELOMPOK

Penggalianinformasidalamhalinovasipertanian yang sayalakukanbertempat di desajuaidengankelompoktaniBerkatMufakat.
                        B. TAHUN PEMBENTUKAN

Awalpengelolaankelompoktanididesajuaiinitahun 2000 hinggasekarang, dantelahmengalamiperombakanseiringdenganadanyaanggotadikelompoktersebut yang mengundukandiridariorganisasi, meninggaldunia, pindahtempattinggal,dll.
                        C. SUSUNAN

Sturukturdansusunan yang terdapatpadakelompoktanipadatahun 2008 sampaisekarang:
NAMA KELOMPOK TANI :BerkatMufakat
DESA :Juai
KECAMATAN :Tanjung
KABUPATEN :Tabalong
TAHUN : 2010
No.
Nama
Jabatan
1
H. Nusy
Ketua
2
Ahmad Durrahman
Sekretaris
3
Mulyadi
Bendahara
4
Muhammad Husni
Anggota
5
Suryadi
Anggota

4
6
Ahmadi
Anggota
7
Kurnain
Anggota
8
Ali rasyid
Anggota
9
Salimin
Anggota
10
Rusmadi
Anggota
11
Asmuri
Anggota
12
Hamidan
Anggota
13
Irwansyah
Anggota
14
Abdsalam
Anggota
15
Galbiansyah
Anggota
16
Yuseran
Anggota
17
H. umpul
Anggota
18
Sam’ani
Anggota
19
Bahrian
Anggota
20
Akhsani
Anggota
21
Mahyudin
Anggota
22
Zailani
Anggota
23
Sulaiman
Anggota
24
Fahrurazi
Anggota
25
Ilmifahmi
Anggota


5
Sekretaris: Ahmad DurrahmanKetua: H. NusyBendahara: MulyadiAnggota: -Muhammad Husni-Suryadi-Ahmadi-Kurnain-Ali rasyid-Salimin-Rusmadi-Asmuri-Hamidan-Irwansyah-Abd. Salam -Galbiansyah-Yuseran-H. umpul-Sam’ani-Bahrian-Akhsani-Mahyudin-Zailani-Sulaiman-Fauzan-Ilmifahmi

6
                        D. INOVASI

Berdasarkaninformasi yang sayadapatsetelahmelakukanwawancaraterhadapkelompoktaniberkatmufakatinovasi-inovasipertanian yang digunakandalamkelompoktanitersebutialah:
                        1. Sistemtanamjajarlegowo.

Peenerapansisteminimerubahpolatanampetani yang kurangefektifbagihasilpanenmaupunpenangananhama, Padaprinsipnyasistemtanamjajarlegowoadalahmeningkatkanpopulasidengancaramengaturjaraktanam. Selainitusistemtanamtersebutjugamemanipulasilokasitanamansehinggatanamandibuatmenjaditanamanpinggir, seperti yang kitaketahuitanamanpadi yang beradadipinggirakanmenghasilkanproduksilebihtinggidankualitasgabah yang baikhalinidisebabkankarenatanamanpadimendapatkansinarmatahari yang lebihbanyak.
                        2. Hand traktor.

Padadasarnyapengadaanalatinibertujuanuntukmempercepatdalam proses pengolahanteksturtanahmenjadigembur, jikadibandingkan

7
denganalat-alat yang sebelumnyadigunakanpetaniuntuk proses pengolahantanahcukupmemakanwaktudantenagasehinggatujuanpengadaan hand traktorinisangattepatkarenabisamempercepat proses pengolahantanah.
                        3. Sabitbergerigi

Sabitadalahalatpanen manual untukmemotongpadisecaracepat.Umumnyasabitdigunakanuntukmemotongbibitdenganvarietasunggul, penggunaansabitbergerigisangatdianjurkankernadapatmeminimalisirkehilanganhasilpanen.

8
BAB III
PENUTUP
                        A. KESIMPULAN

Semakinmajunyateknologimembuatbanyak orang membuatberbagaiinovasididalamduniapertaniandanmempermudahpetanidalamkegiatanpertaniandimulaidari proses penanaman, proses pemeliharaan, danpanen. Inovasi-inovasidalambidangpertanianjugamenghematwaktupetanidalamkegiatanpertaniantersebut.
                        B. SARAN

Denganbanyaknyateknologi yang adapadasaatini yang bisamelahirkaninovasiinovasidalambidangpertanian, diharapkansemuapetanikhususnyakelompoktaniberkatmufakatselalubisamenerimabahkanmenggunakansemuainovasi yang diberikan.

Perubahan iklim di Indonesia yang tidak menentu menjadi salah satu kendala yang mengkhawatirkan bagi peningkatan produksi padi. Dampak per...